Cantik…
Hmm, siapa sich yang g’ kepengen. Berwajah cantik, kulit putih, badan tinggi
semampai bak peragawti, pakai pakaian yang indah, beehh pasti tuch jadi
impiannya para (hampir semua) wanita di dunia. Namun tak semua orang yang di
anugerahi nikmat sempurna seperti itu oleh Allah-termasuk saya pastinya. Ada
yang terlahir dengan beberapa kekurangan, tinggi tapi tidak cantik, cantik tapi
berbadan gempal, atau bahkan juga cacat ikut menyertai. Hmm, begitulah Allah
menciptakan, selalu terdapat 2 sisi yang berbeda. Tidak akan ada kata Cantik
jika tidak ada yang “tidak Cantik” (untuk tidak menyebut buruk rupa). Pada
dasarnya kecantikan tidak dapat di definisi, ia mengikuti persepsi setiap
orang.
Buat
kamu-kamu yang punya wajah cantik dan berbadan ideal, patutlah kamu bersyukur
atas kelebihan yang kamu miliki. Sedangkan buat yang berwajah pas-pasan tak
perlu risih dan iri hati, karena pasti Allah telah menitipkan kelebihan yang
mungkin tak di miliki oleh yang berwajah cantik sekalipun.
Menjadi
cantik juga belum tentu menjamin kebahagiaan lho, seperti halnya berwajah
pas-pasan juga tidak selalu menyedihkan. Banyak kasus, wanita cantik lebih
banyak di goda dan membuat tergoda para lelaki sehingga bisa terjadi
kriminalitas dibandingkan dengan yang berwajah biasa saja (dengan
pengecualian). Dan yang pasti kecantikan lahiriah pasti kan memudar seiring
waktu.
Tapi
di jaman sekarang jika ingin cantik gampang aja sih, yang penting punya duit,
maka salon kecantikan siap melayani sesuai keinginan. Kecantikan lahiriah bisa
saja dimanipulasi, tapi bagaimana dengan kecantikan batiniah/hati atau kerennya
disebut Inner Beauty. Nah ini dia
yang terpenting sebenarnya yang harus dimiliki oleh para kaum perempuan. Jika
seseorang memiliki kecantikan batiniah, maka kecantikan itulah yang aka
memancar diwajahnya mengalahkan kecantikan lahiriah yang terkadang tidak
bertahan lama.
Masalah
jodoh, masalah cinta dan juga rasa, biarlah Allah saja mengaturnya untuk kita.
Karena meskipun kita berwajah cantik, pas-pasan ataupun cacat sekalipun,
yakinlah Allah pasti telah menyediakan pilihan terbaiknya untuk kita.
So,
jauhkan pikiranmu dari yang namanya berburuk sangka dan iri hati. Tetap
istiqomah menjalani hidup dan semangat menggali kelebihan yang kamu miliki. Dan
yang pasti tetaplah mensyukuri nikmat Allah yang telah di anugerahkan kepadamu,
apapun itu….
Pagi ini, mendung
dan dingin semakin membekas ditulang-tulang. Alhamdulillah, segenggam gandum
dan sekerat daging telah terpanggang diperapian, disamping air yang selalu
mewadah di perut-perut kerontang kami dan mengalir di kerongkongan yang
menyuarakan takbir-takbir kami.
“Beruntung sekali.
Dari mana segenggam gandum dan sekerat daging itu?”
“Amru kecilku
telah mencurinya dari gudang Israel.”
“Mencuri?”
“Iya.”
“Tidakkah engkau
takut dosa?”
“Sebenarnya aku
mengambil hakku. Ladang-ladang kita telah ludes oleh rampasan Israel.”
“Lalu, kenapa
hanya segenggam saja yang diambil?”
“Untuk segenggam
saja, Amru kecilku harus terengah-engah. Tujuh lapis dinding gudang dan lima
orang pasukan Israel terlalu gagah untuk dia.”
Mereka mengangguk,
saling berpandangan dan menahan pedih yang tercekat di hati mereka sambil
mengingati putra-putria mereka yang tak boleh lemah dan menyerah. Juga untuk
istiqomah yang harus selalu mereka kucurkan untuk lelaki dan buah hatinya,
“Jangan pulang Nak! Ibu tidak akan menerimamu jika ketakutanmasih merajai
hatimu!”
Mereka menghela
nafas panjang.
“Di manakah Amru
kecilmu sekarang?”
“Ia tengah pergi
menyunting kekasihnya.”
“Ha? Siapakah, di
manakah kekasih hatinya ada?”
“Bidadari di surga
Allah..”
………
Tanpa
sadar, saya menitikkan airmata ketika membaca sepenggal kisah anak palestina
ini dalam sebuah buku. Alhamdulillah, kisah tersebut rupanya telah lebih dari
cukup bagi saya untuk mengetahui jawaban atas cinta yang belum saya dan mungkin
teman-teman pahami. Cinta kepada jihad.
Selama
ini, kepedulian pada jihad dan keberpihakan atas perjuangan dalam perang
melawan kezaliman memang tidak cukup menggunung. Padahal jihad memiliki
kedudukan yang mulia, yang tidak kalah dengan kedudukan mencintai orang tua.
Mungkin hal ini terjadi karena perjuangan itu seringkali tidak di depan mata
sehingga tidak dapat dirasakan dalam sesaat. Begitupun opini yang dikemas
media, tak cukup memberi informasi yang mampu mendongkrak nurani kita. Yang
kita tahu, palestina adalah semata-mata tempat orang perang. Bahkan, mungkin
ada yang beranggapan palestina adalah tempat berperang orang-orang Islam
Fundamentalis.
Melalui
kisah ini, semoga kita dapat belajar tentang cinta. Cinta yang special pada
jihad, setelah kita meletakkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Terlalu mudah
mungkin belajar mencintai dengan cara demikian. Tidak seperti para pejuang itu,
yang membuktikan cintanya dengan pengorbanan jiwa.
Suatu saat nanti, mari kita
membuktikan cinta yang seperti mereka,…..
Pergantian tahun
selalu disambut meriah. Entah apa yang bikin orang happy banget menyambut tahun
baru. Riuhnya suara terompe, petasan gemerlap kembang api yang harganya bisa
menutupi biaya sekolah anak sekampung, pawai kendaraan yang bebas tilang
polisi, seolah tidak mengenal kesusahan beruntun yang menimpa rakyat Indonesia.
Untuk siapa dan
untuk apa ya sukaria itu?
Bersenang-senang
tentu tidak salah, tapi jangan mubazir. Husnuzhonnya sih, semua yang
bergembuira ria menjelang pergantian tahun, tentu bahagia karena tahun yang
penuh musibah akan segera berlalu. Tapi coba ingat deh, bahwa yang berganti
sebenarnya Cuma kalender doing. Harinya tetap sama, senin sampai ahad.
Lingkungan yang kita tinggali masih sama, banyak banjir, barang-barang mahal
dan cari kerja susah. Nggak bakal ada perubahan yang menyenangkan kalau setiap
anak bangsa tidak belajar dari kesulitan yang telah lalu. So, buang jauh-jauh
‘Topeng Sukaria’ di akhir tahun. Menangis lebih layak kita lakukan karena
seabrek kelalaian masih saja kita kerjakan.
vJika Tak Ingin Bencana Mampir Lagi
Menyikapi pergantian tahun, terutama tahun hijriah
yang penuh semangat hijrah Rasulullah SAW, ada baiknya kita koreksi diri lagi
sudah benarkah kita dalam menapaki tahun-tahun yang silih berganti.
“Wahai kaum Muhajirin, ada lima hal yang aku
berlindung diri kepada Allah SWT agar kalian tidak menjumpainya, (1) tidaklah
menyebar perbuatan keji (zina) pada suatu kaum hingga mereka terang-terangan
melakukannya melainkan mereka akan ditimpa wabah-wabah penyakit dan kelaparan
yang belum pernah menimpa orang-orang sebelum mereka. (2) tidaklah suatu kaum
yang mengurangi takaran (dalam Jual-beli) melainkan mereka akan ditimpa
paceklik, sulit mendapatkan makanan dan jahatnya penguasa. (3) tidaklah suatu
kaum yang enggan mengeluarkan zakat dari harta mereka melainkan akan terhalang
air hujan dari langit, kalau saja bukan karena (ada) binatang niscaya tidak
diturunkan hujan. (4) tidaklah suatu kaum mengingkari janji melainkan Allah SWT
akan menguasakan atas mereka musuh-musuh yang bukan dari golongan mereka,
mereka mengambil sebagian harta yang ada ditangan mereka. (5) dan selama
pemimpin-pemimpin mereka tidak menerapkan hukum Allah SWT dan memilah-milih apa
yang Allah SWT turunkan dalam kitab-Nya, niscaya Allah SWT akan menjadikan
saling berkeras-kerasan di antara mereka.” (HR Ibnu Majah dan Al-Hakim)
Subahanallah, apa yang disampaikan Rasulullah
diatas, ternyata kejadian bener di Negara kita. Semua terbukti 100%. Tapi
sayangnya, bukti yang terjadi kebanyakan bukti jeleknya.
So, bagaimana menurut temen-temen sekalian, apakah
semua bencana itu kan berhenti? Tentu tidak, jika masing-masing dari kita masih
selalu memikirkan apa yang terbaik untuk diri sendiri. Jika semua pejabat masih
berkoar “demi kepentingan rakyat”, padahal demi kepentingan perutnya, teguran
Allah akan terus datang.
Walaupun kita bukan pejabat, bukan penguasa, atau
bukan pemegang kebijakan, tapi mencegah bencana dengan meninggalkan apa yang
ditakuti oleh Rasulullah tadi wajib kita lakukan. Mencegah bencana, baik kecil
atau besar, manfaatnya bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang
banyak di sekeliling kita. Joseph Campbell mengatakan, “pada saat kita berhenti
berpikir tentang diri kita sendiri, kita sebenarnya tengah mengalami perubahan
hati nurani yang sungguh heroic.”
aku.. hanya seorang akhwat biasa.
ya, aku hanya seorang akhwat biasa..
yang mencoba berperang melawan zaman..
mencoba mencari ladang dakwah disetiap langkah..
mencoba menjadi para mujahiddah terdahulu....
aku memang bukan seorang Siti Khadijjah, yang anggun dengan limpahan hartanya..
aku juga bukan fatimah, yang lembut tutur kata dan prilakunya...
aku bukan seorang Aisyah, yang mengukir kecintaan nabi dengan keceriaan dan akhlakul karimahnya...
aku bukan seorang Siti hajar dan Maryam,, yang bertahan dalam kesengsaraan..
akupun bukan seorang Nasibah, yang mampu mengibaskan pedang untuk membela sang Rasulullah...
Aku hanya akhwat biasa, yang mencoba tangguh berdiri kokoh...
mungkin tak kaya, mungkin tak lembut, mungkin tak selalu ceria,dan mungkin tak mampu berjuang, dan mungkin tak sabaran...
sejak awal aku memang akhwat biasa,
bukan dengan rambut tergerai indah,, aku hanya mencoba mengulurkan hijab semampuku untuk menjaga diriku, kehormatanku..
tak dengan seuntai kalug bertahta berlian,,aku hanya mencoba meraih mutiara cintaNya dengan dzikrullah...
tak dengan sebilah pedang untuk berperang,,aku hanya mencoba memperluas pengetahuanku untuk tegak membela agamaNya dengan Qur'anul kariim....
tak dengan harta dan tahta,, aku hanya mencoba berjihad ditengah kesederhanaan dengan mengamalkan ukhwah....
aku hanya seorang akhwat biasa..
yang mencoba mengukir prestasi lewat tulisan,
yang mecoba mencari ladang dakwah disetiap tempat yg kusinggahi..
yang mencoba bertahan dalam pencarian jati diriku..
yang mencoba berjalan dalam ketidakmampuan..
yang coba berperang dengan kesederhanaan...
ukhtifillah,,
aku emmang bukan akhwat lembut,
atau akhwat yang bertutur halus,,
tapi percayalah,
aku mencoba menjadi tangguh,, tetap dengan kecintaanku padamu karena Allah..
ukhtifillah..
bukan maksudku menghujam kalian dengan lisan,
menegurmu dengan lantang,
bukakan pintu maaf dari akhwat yang penuh khilaf ini,,
akupun sadar, bahwaku belum lebih baik dari kalian....
ya akhi..
aku yakinkan kalian mampu menjaga kehormatanku..
kalian tundukkan pandangan, namun tak putus ukhwah..
kalian menjaga hijab,, dengan tetap menjaga...
kalian berhati lapang,, yang dengan sabar mampu membimbing dan memimpin kemana arah tujuan hidup..
kalian tetap gagah, dengan kearifan.....
karenaku memang hanya akhwat biasa...
akhwat akhir zaman, yang mencoba menjadi sholehah...
tadi pas denger emak mo ke pasar, tiba-tiba jadi pengen ikutan. lama juga nggak ke pasar jam segini -terakhir kelas 1 SMA kali lw nda salah- sekalian nyari referensi tulisan blog biar kagak basi.. langsung cepet-cepet deh Ai nyelesein bayar hutang tadarus, trus ngacir ikutan emak ke pasar, padahal matahari aza belum klliatan mo terbit apa kagak. tumben, komen emak. maklum biasanya paling malas lw ke pasar, mana becek, ngga' ada ojek, bikin orang, sering kepeleset.
jadilah, bersama emak dan si vega menembus kegelapan pagi dan kesunyian jalan -maklum weekend-. sampe di pasar, kaget liat orang-orang dah pada bejibun kayak gula dikeroyok semut. yah namanya juga pasar, kata emak "Tuh liat, saat masih masih tidur, disini orang-orang dah pada nyari rejeki buat keluarga", duh jadi sedikit tertampar ni hati.
bdw, ni pasar mo pagi, mo siang, mo malam tetap rame. sana-sini nawarin barang, jadi bingung mo milih beli yang mana. untung ni telinga dah disumpal duluan sama headset, jadi nggak terlalu kaget denger para pedagang teriak ngobral barang.
liat ada jajanan pasar yang menggiurkan, hampir aza minta emak beliin, lupa kalo sekarang lagi puasa Ramadhan :D
setelah nganter emak ke pasar tadi, jadi tersadar kenapa lo emak ke pasar biar belanjaannya dikit, pulangnya lama banget. ternyata sebelum belanja, emak keliling pasar dulu, survey harga, mana yang paling murah, disitulah beliau akan belanja.. ckckckck......
nggak salah rasanya kalo Rasulullah nyuruh kita berdoa sebelum masuk pasar, karena ternyata disana memang banyak setannya. menggoda dan menahan manusia dengan kesenangan, keinginan serta kepuasan. tadi aza Ai masuk pasarnya belum keliatan matahari, ekh pas keluar matahari dah nongol utuh....
tadi ad yang lucu deh,
waktu nungguin emak milih-milih sayur, ada tuh cowok duduk dimotor sambil merhatiin si bapak penjual yang lagi ngiris-ngiris labu. kayakna tuh cowok terkesima banget dengan keahlian si bapak yang mahir ngiris sayur denga pisau yang setajam "Silet", sampe Ai pergi tuh cowok belum mindahin pandangannya dari si bapak. Ai jadi mikir, janga-jangan tuh cowok ketiduran dengan mata terbuka kali ya?? ato lagi menghayal jadi semahir si bapak dalam hal iris-mengiris.... sayur pastinya bukan hati cewek la yawww,.....
*akhirnya bisa mampir juga di Blog-ku yg udah kayak rumah hantu nich, saking lamanya kagak pernah dikunjungi lagi_ hiks,,hiks,,
siap-siap angkat sapu dan kemoceng, mari rapikan dan ceriakan blog lagi dengan untaian kata_
Assalamu'alaikum,
akhirnya bisa berkotek lagi di blog ini.. hmm, banyak yang komplain saking sepinya blog ini_ maklum mood nulis lagi menurun -plus blum gajian, jadi kagak punya pulsa buat online, hehehe-
but, mulai saat ini bulatkan azzam dan kobarka semangat buat nulis lagi...
Cahyooo,,, *eh maap mas Cahyo, maksudnya Chayooooo Norizzz, U can Do It ^_^
“ Mau turun
dimana Bu??” Suara sopir angkot membuyarkan lamunanku.
“Pangkalan ojek
Alvin, Om” jawabku cepat dengan muka agak cemberut. Memikirkan berbagai
pertanyaan yang masih menggelayut di otak, menarik kesadaran yang sempat
terbang dalam pemandangan malam.
Ibu –panggilan sopir
itu untukku-, huu, sudah nampak setua itukah wajahkku hingga dipanggil Ibu?? Padahal
dari segi usia, belum juga genap 22 tahun usiaku. Atau karena penampilanku yang memakai baju
kebesaranku gamis-red ?? tak taulah….
Begitulah cuplikan
adegan kalo lagi jalan tidak bersama si Vega dan terpaksa harus naik angkot.
Tak hanya sekali aku di panggil dengan embel-embel “Bu”, di pasar, di jalan, di
Bank dan di tempat lainnya.
Suatu ketika,
waktu lagi ngumpul mentoring–yang anggotanya Akhwat Only- seorang temanku
berkata, “duhh, tadi aku dipanggil Ibu sama si sopir”, dan teman-temanku yang
lain juga mengiyakan peristiwa itu pernah terjadi kepada mereka. Ternyata bukan
hanya aku saja, pikirku.
Setelah saling
berbagi cerita, temanku yang paling dewasa dengan ringannya berkata “biar saja
di panggil dengan embel-embel Ibu, berarti kan mereka menghormati kita sebagai
perempuan, iya nggak??”. Mendengarnya, kami pun langsung mengangguk tanda
setuju dengan senyum yang mengembang. Ya, biar saja dipanggil Ibu, daripada di
panggil “Hai Cewek, boleh mo goda?” atau dengan suitan kayak manggil burung
kutilang, mendingkan dipanggil Ibu, baguskan artinya.
Jadi sekarang, kalo
ada yang manggil dengan embel-embel “Bu” sepertinya atak jadi masalah lagi
bagiku, Don’t worry be happy. Karena aku sudah terbiasa dipanggil dengan
embel-embel “Bu” di depan namaku karena tuntutan profesi. ^_^
Kayaknya para personil CoV masih pada ngulet di tempat tidur dirumah masing-masing. Mencharge tenaga setelah makan sahur dan sholat subuh buat perjalanan Chota On Vocation ntar siang. Gaya nguletnya pun beragam, kaya penari balet lagi show, ada yang tangan melesat keatas, kakinya megar, terlentang, telungkup terus ganti pose setelah beberapa menit… he.. he.. *STU niehh* Hmm, dah pada ngga’ sabar menunggu datangnya siang nich…
13.15 pm, Winangun..
*masih sibuk nyiapin perlengkapan buat action CoV2, lirik kanan lirik kiri, nyari barang apa saja yang mau dibawa*
Alhamdulillah, setelah melewati beberapa prosedur dan birokrasi yang panjang disertai perbincangan yang alot *LEBAY* akhirnya di izinin juga ikutan CoV2 session Ramadhan. Byuhhh, gimana ye nuansa Ramadhan di Kota yang hampir seluruh penduduknya beragama islam itu?? *Senyum penasaran*
Hengpong para peserta CoV mulai bordering… Wah-wah, rupanya ada yang udah ngga’ sabar dan mulai gelisah dengan perjalanannya, khawatir ngga’ dapat jemputan. Xixxiixxi… pemeran “Teteh” dalam CoV mulai sibuk menelpon dan menSMS ke semua personil CoV memastikan berjalannya plan CoV2 Session Ramadhan…
14.50 pm, masih di tempat yang sama
Tiiiinn…. Tiiinnn…
Klakson dari si Xenia merah marun dengan DB 4283 AL yang masih setia menjadi kendaraan CoV, menandakan dimulainya Chota On Vocation Part 2 Session Ramadhan, 10 menit lebih awal dari waktu yang dibicarakan… *ternyata bisa OnTome juga ye* Dari winangun, Xenia meluncur ke Jl. Siswa menjemput personel CoV2 yang udah standby menunggu dari jam 11 siang tadi, ckckckckc..... Chota We’re Coming………
Kota yang sama, personil yang sama, mobil yang sama, posisi duduk yang sama juga.. hanya waktu yang berbeda, suasana & kondisi yang berbeda, dengan tujuan yang berbeda pula… *perjalanan kali ini, mobilnya penuh terisi*
Kalo yang kemaren tujuannya ke walimahan, sekarang tujuannya murni buat jalan-jalan… trus berhubung lagi pada puasa semua, jadi bahan dan bumbu “Ngakakk”nya dikurangin dulu seminimal mungkin. Alhasil para personil pada sibuk sendiri-sendiri. Mas Echo sibuk Curhat”an sama Aiu, Teteh seperti biasa sibuk ngotak-atik hengpongnya yang g’ pernah log out, Noriz sibuk mengamati perjalanannya sambil ngayall, sedangkan A’ yang merangkap jadi jocky sibuk ng-drive si Sexy Xenia.. wkwkwkwkwkw…. Nggak berani ngakak banyak juga karena ada orang tua yang ikut di Mobil CoV, jadinya pada jaim dech.. untungnya dah di sediain *g’ tanggung-tanggung* 4 keping vcd lagu untuk menghibur..
Perjalanan kali ini terasa beda juga karena pemeran Ayah sedang absen OTW, karena udah mudik duluan, menyiapkan bisnis masa depan.. *sebenarnya, scenario CoV2 adalah membawa Bunda menemui Ayah.. tapi apa boleh buat sang Bunda batal ikut vocation bareng kita* (-_-‘)
17.30 pm, masih dalam perjalanan
Sepanjang jalan dari manado kearah MinSel, kiri tebing kanan jurang dan Pantai.. dari MinSel ke Chota, kiri-kanan kulihat saja banyak sawah yang terbentang… bbyyuuuh, Subahanallah.. D’Amazing view.. (^.^) Kalo yang kemaren jalannya malam-malam sampe ketemu matahari terbit, yang sekarang perjalanannya dari matahari masih bersinar terik sampe mataharinya tenggelam.. Wwuaahh, keren sangadh pemandangannya, merah saga menggurat di atas birunya laut *SUBAHANALLAH* saying, pak jockynya nggak mau berhenti buat sekedar ngambil moment az, ngejar ifthor sich….. *manyun*
18.05 pm, baru lewat setengah lebih perjalanannya
Alarm hengpong’Q berbunyi, menandakan Waktu Berbuka telah tiba.. Alhamdulillah, syukurlah sudah di siapkan bekal berbuka di mobil. Pas lagi neguk segarnya aqua, ehh, masjid yang ada di pingggiran jalan baru mau mengumumkan waktu berbuka.. ckckcck, siapa yang telat jamnya atau siapa yang terlalu cepat ye??? Hhmmm, Yo weslah… karena sudah waktu maghrib, para personel CoV mampir sholat di salah satu masjid di pinggiran jalan yang nama desanya tidak Q’ ketahui, tak lupa pula pasang pose dulu buat kenang-kenangan… hee..hee..
Ada rasa kagum yang menyeruak dihati, ketika melihat masjid yang hampir penuh dengan jama’ah sholat maghribnya. Beginikah memang suasana sholat di desa yang berpenduduk muslim atauu… Insya Allah, pemandangan seperti ini tidak hanya ada pada saat awal-awal Ramadhan saja.. Amieen..
20.10 pm, bentar lagi udah mau nyampe
Semenjak masuk wilayah Bolaang Mongondow, ngga’ ada pemandangan lain dalam gelapnya malam kecuali para warga yang lalu lalang menuju masjid sampai pulang dari sholat tarweh.. Subahanallah, seandainya pemandangan ini nggak hanya berlaku pada bulan Ramadhan saja, apalagi di kota dengan mayoritas muslim terbanyak di SulUt ini… *Doa yang Q’ aminkan dalam hati*
21.35 pm, akhirnyaaa….
Alhamdulillah, akhirnya sampai juga dengan selamat di rumahnya Mas Echo. Setelah mampir lama di rumah’x Aiu, sambil ngeteh, ngemil kue, ngerempeyek, dan ngobrol ngalur ngidul.. habis menempatkan barang pada posisinya, gantian para personel CoV yang menempatkan diri duduk dimeja makan.. makan sambil nyiapin planning selanjutnya, Minum Saraba Khas Chota..
22.56 pm, Vocation pertama
Setelah MCK, trus Sholat Isya’ tanpa tarweh apalagi witir, selanjutnya para personel CoV2 yang tidak mengenal lelah ini langsung meluncur ke kota, bela-belain hanya buat nyari saraba.. ckckckck… *seumur-umur, baru kali ini Q’ keluar rumah pada saat jam hampir menuju tengah malam* alhasil, jaket g’ lepas dari badan… oohh, I’m shy….
Tapi senang juga sich, apalagi sudah ada Ayah yang ikutan nimbrung minum saraba.. lagi asyik-asyik minum saraba, ehh ada pemandangan yang unik yang mungkin nggak bakal bisa dilihat di tempat lain.. *Ada gerobak yang di tarik sama bentor* wkwkwkwk… sayang, mas Echo lupa bawa kamera, begini….??????? Hhmmm……..
00.23 am, finish part 1
Sampai dirumah langsung pada nyari posisi masing-masing sambil ngucapin “Bismika’allahuma ahya wa ‘ammut”……. Waiting fur Sahur bareng…….
14 agustus 2010, 02.58 am
Alarm sahur mulai berdering, tapi mata para personel CoV masih tak berkedip, seperti terkena sihir Puteri Tidur.. Apalagi Teteh dan Mas’Cho yang baru pada tidur, ngelembur ngobrol sampe jam 02.30 am_ Alarm kedua pun berbunyi, kali ini sudah berkedip tapi masih ngolet kesana-kemari seperti ulet lagi balet.. xixxiixi… tiba-tiba langsung kaget bangun, *ingat kalo lagi numpang di rumah orang* bangkit dari kasur, langsung menuju dapur, nyiapin sayur buat makan sahur….
Jam hampir menunjukkan jam 4 pagi, tapi para Aktor CoV belum juga menunjukkan tanda-tanda mau bangun, pintu kamar pun di gedor berkali-kali.. Akhirnya, setelah 10 menit menunggu, muka-muka ngantuk itupun nongol juga_
04.38 am, masih di ruang makan
Masih ngobrol sambil ngantri ke kamar kecil, buat MCK dan wudhu_ Planningnya sich mau sholat di masjid, tapi belum juga selesai prepare, masjidnya udah adzan duluan.. Alhasil jadi sholat berjamaah di rumah dah..
Habis sholat berjamaah, Tadarusan, ngobrol perpasangan.. *A’ Abhil sama Mas’Cho, Noriz sama The’Nhena* dan akhirnya……. Pada ngelanjutin perjalanan ke Galaksi Serba-Serbi dech… *senyum*
10.10 am, Ruang Tamu
Pada ngumpul di ruang tamu, tapi koq kayak ada yang kurang ye?? Pak ManKetnya kagak ada… wah-wah, masih melanglang buana di galaksi serba-serbi ternyata_ biarin dech, kecapean mungkin…
So, jadinya hanya bertiga yang saling mengajukan pendapat untuk planning vocation hari ini.. kan g’ seru, judulnya Chota On Vocation truz cuma pada nongkrong di rumah ajjaa.. Menit demi menit berlalu, belum mencapai kesepakatan mau jalan kemana… ada yang ingin ke Sumber Air Panas, ada yang ingin ke Air Terjun, ada yang penasaran dengan Geotermal dan yang pasti semua pengen ke PARIS Super Store (Mall’x Kotamobagu) xixxiixi……
Akhirnya, setelah melewati perbincangan panjang didapatlah kesepakatan untuk memulai Vocation ke Sumber Air Panas.. baru kemudian mancing di kolamnya mas Echo… trus, malamnya habis berbuka dan tarwih kita akan malam mingguan di Paris Super Store….
Tapi masih ada satu masalah,.. pak Jocky’na belum banguunn_ byuuh…. Kemudian d utuslah mas’Cho buat bangunin A’nya (cz g’ etiskan lw Teh’Nhena or Noriz yang bangunin)… mas’Cho juga ragu-ragu buat bangunin, takut katanya.. wah-wah… setelah didesak dan di negosiasi, akhirnya mau juga buat bangunin, tapi cuma pake 1 jari ajja dengan 3x panggilan… wkwkwkw_
12.43 am, Vocation Kedua
Setelah mandi dan sholat Dzuhur berjama’ah, para personil CoV2 siap-siap buat Vocation kedua dengan tujuan perjalanan Sumber Air Panas “BAKAN”…
Sebelum ke Bakan, kita transit dulu di Gogagoman buat jemput Ayah Dandi dan ke Biga buat mampir ngajak personil tambahan yaitu K’ Dira untuk ikutserta dengan kita di Vocation kali ini.. waktu mau jemput Ayah, terjadi MissComunication soal tempat janjian, akhirnya kita menghabiskan waktu sekitaran 15 menit buat menunggu sambil tidak lupa action di depan kamera… he..he.. kemudian di Biga juga begitu, pintu pagar terbuka tapi pintu rumah tertutup_ *sampai dikira K’ Dira-nya lagi pergi mencari pake Bentornya* wkwkwkw…… ternyata eh ternyata, beliau lagi sibuk bikin kue lebaran_^
13.15 am, lagi-lagi di jalan yang sama menuju “BAKAN”
Uuwwahh,…. Kali ini si sexy xenia penuh terisi dengan Suasana yang tambah ruame karena adanya K’ Dira yang ceriwis plus blak-blakan… ngobrolin sesuatu, ngalur-ngidul yang ujung-ujungnya jadi bahan debat, padahal bukan hal yang penting yang perlu diperdebatkan, pada g’ mau ngalah dalam cerita... waduh-waduh, mesti hati-hati nich bisa berkurang nilai puasanya karena kebanyakan ngikik n’ ngakak…
Lagi-lagi melewati jalan dengan suasana yang masih sama, kiri-kanan kulihat saja banyak sawah terbentang.. bener-bener jadi ingat kampong halaman_ hikz..hikz..
14.10, tempat wisata : Sumber Air Panas “BAKAN”
Akhirnya, setelah melewati perjalanan selama hampir satu jam sampailah kita di tujuan.. tapi koq suepi buanget ye?? *toenk..toenk..* Ya, iyalah sepi_ secara inikan bulan Ramadhan_ siapa juga siang-siang gini, mana puasa lagi trus mau main di kolam air panas?! Ya Cuma kita kali,…..
Tapi tak apa, suasana yang pas buat narsis-narsisan dalam pengambilan moment_ hee..hee… melihat semua sumber air panas yang ada dengan pengambilan gambar dari setiap sudut yang tidak pernah sama.. sang photografernya pun gonta-ganti saking banyaknya moment & style (dari gaya jadul, narsis sampe ilank gaya semua adaa..) ;)
Setelah puas berendam kaki dan berkeliling, langsung dech kita chaoo… lanjut kita menuju Pasar Ramadhan ^_^
Tak lupa mampir di persawahan buat pengambilan gambar dadakan…. Wkwkwkw…..
15.35, Pasar Ramadhan
Tak lupa mampir di pasar Ramadhan yang ada di pinggiran jalan, sampai membuat jalanan pada macet…
Niatnya pengen beli makanan khas daerah, tapi setelah turun dan melihat sendiri dagangan yang di jual, langsung ilang dech feelnya…. Habis tiba-tiba jadi bingung sendiri mau beli apa saking banyaknya makanan dan minuman yang dijual dan penuh sesaknya orang-orang yang punya niatan sama… pada akhirnya g’ jadi beli apa-apa dech… *manyun*
15.56, balik ke Biga
Nganter sang personil baru pulang ke rumah…. Tak lupa dibekali dengan sebungkus Es Palubutung yang dibelikan sama mas’cho tadi di pasar Ramadhan…
Kemudian para personil yang lain kembali ke pos dengan tak lupa mampir di salah satu masjid buat Sholat Ashar_ tapi tiba-tiba ada rasa iba yang menyeruak dihati.. (ini masjid atau???) cz masjidnya terlihat kusam dan kotor dengan sampah tissue, daun dan bungkusan permen dimana-mana_ padahal ada beberapa orang yang sedang tidur dan nongkrong di masjid itu.. *sedih* (tapi tetap berpositif thingkinglah..) ^_^
17.05, Seru-seruan sambil ngabuburit
Sampai dirumah, nggak hitung tiga langsung pada nyiapain peralatan perang buat mancing… motong bamboo di belakang rumah, di ikat senar, di pasangin kail, tambahin pellet.. jadi dech….. sekarang GO TO Kolam Ikan… SEEMMAANGKAA^_^
Sampai dikolam ikan langsung dech pada beraksi_ bongkar-bongkar tanah, nyari si Cacing buat menu ikan-ikan centil,, ditemeni oleh adiknya mas’Cho yang ternyata jagoan mancing.. hahayy..
Dengan kursus singkat dari adiknya mas’Cho, para personil CoV berebutan buat nyobain mancing si ikan centil, tapi kebanyakan dapat yang kecil-kecil, akhirnya di lepas lagi dech.. kasian juga sich si ikannya,.. Alhamdulillah setelah perjuangan kejar mengejar dengan si ikan centil, dapat juga yang gede-gede… kayaknya cukup dech untuk Barbeque entar malam…
Keasyikan mancing jadi lupa klo bentar lagi dah pada mau buka puasa… sebelum balik ke rumah, seperti biasa kita sempatin untuk narsis-narsis dikit mumpung lagi dapat suasana SunSet ditepian sawah… hhmmmm…..
18.20, masih dirumah…
Rencananya pengen ngerasain sholat di masjid raya Kota sich, tapi karena jam segini baru rampung makan, mandi sampe preparenya, batal dech… ujung-ujung sholat isya, tarweh plus witirnya di rumah aza….
21.00, Vocation ketiga, ngerasain malming di Chota
Setelah semuanya siap, kita lanjut Vocation ke tempat tujuan utama, yaitu Paris Super Store… hmm, semoga aza masih buka.. sebelumnya mampir dulu d Biga jemput K’Dira_
Dari kejauhan semua pada menerka-nerka, masih buka g’ yaa???
Dan ternyata,……… lampu toko sudah pada padam yang berarti Parisnya sudah tutup.. T.T
Tapi kita tidak menyerah, langsung masuk aza.. pantang menyerah mencoba segala kemungkinan_
Alhasil, kita masih bisa masuk sampai tingkat paling atas_
Wuuiihh… pemandangannya super keerreenn…..
Langsung dech semua pada pasang gaya dan katakan…… BUNCIISSSS……. Tak ada satupun sudut yang terlewatkan untuk di foto, mulai dari pagar, taman, tempat duduk, lampu sampai panggung…. *byuuh… byuuhh….*
Setelah capek berfoto ria, kita lanjutkan vocation ke rumahnya K’ Fadly Paputungan_ wuihh, mo bikin supprise…. bertamu dirumahnya orang jam setengah sebelas malam,… memang joww ni orang-orang…
Selanjutnya, kita ke tempat minum saraba di pusat kota Chota_
Waktu lagi celingak-celinguk mo minum saraba dimana, eh ada pemandangan yang (bisa dibilang) Luchu… lihat anak-anak muda Chota yang trac-trackan dijalan tanpa pengaman, yang tiba-tiba kena tilang polisi… wah..wahh… g’ kebayang dech malunya_ mana diliatin para penontonnya lagi… heheheheheee….
Malam ini pemandangannya masih sama dengan malam kemaren.. masih ada Gerobak yang di tarik bentor dan suasana malam yang diramaikan dengan klub-klub motor yang konvoi kesana-kemari.. dari motor matik, bebek sampai motor gede, semuanya ada disini….
* Tak akan terlupakan vacation bersama kalian Beloved : A' Zanjabil, Aiah Dandi, Teh Nhena, Mas Echo, dan Ne' Dira_ (di iringi alunan syairnya Maher Zein "Thank You Allah")