^^

Selasa, 10 Januari 2012

..Al Zheimer (Virus untuk Kepingan Kenangan)


Nama yang keren, begitu pikirku saat mendengarnya namanya. Pertama kali tahu tentang penyakit ini dari Majalah AnNida edisi, tapi waktu itu hanya sekedar baca aja sich, belum tertarik untuk cari tahu lebih. Kemudian waktu eSeMA dulu ada temen nawari  komiknya buat dibaca, kata si temen seru banget ceritanya, tentang seorang cowok kaya raya yang ngidap AlZheimer – kalo ngga’ salah judulnya “Daddy Long Leg’s”. Nah, dari situ tuch mulai tertarik dengan penyakit ini, apalagi gejalanya hampir sama dengan yang sering saya -dan juga orang banyak- alami yaitu LUPA. Hmm, siapa sich yang pernah ketemu sama si Lupa, sesuatu yang fitrah sebagai manusia –asal ngga’ keterusan lupa-.
Kembali ke nama, penyakit ini emang punya nama yang –sumpah – keren BGT , nama ini di ambil dari si empunya yang menemukan meneliti penyakit ini pertama kali  yaitu Dr. Alois Alzheimer, dokter berkebangsaan Jerman pada tahun 1906^_^ … tapi ngga’ nyangka dibalik nama kerennya, penyakit ini adalah penyakit yang menakutkan plus mematikan. Bayangin aja ketika kita harus kehilangan setiap kepingan ingatan dan kenangan-kenangan terindah kita dan hanya bisa diam menunggu waktu penghabisan. AlZheimer juga sering menjadi tema dari drama-drama Asia, salah satunya yang berjudul “A Moment To Remember”. Film ini bergenre romantic melankolis ini benar-benar bisa memberikan makna kepada para penontonnya arti dari kenangan dan cinta(suit-suit..) :D dan ternyata ehh ternyata, saking tertariknya saya sama si nama keren ini, dibuatkanlah ide untuk sebuah CerPen dengan judul “Always Remember” –yang sampai sekarang belum dirampungin–  hehehe….
Penyakit Alzheimer alias penyakit lupa alias penyakit pikun banyak menyerang orang pada usia tua. Resiko untuk mengidap penyakit Alzheimer, meningkat seiring dengan pertambahan usia. biasanya bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai resiko 5% mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap tahunnya.
Namun sejarah membuktikan bahwa pesakit pertama yang dikenal pasti pengidapnya adalah wanita dalam usia kurang dari 50 tahun. Di negara maju seperti Amerika Serikat saat ini ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut penderita penyakit Alzheimer. Angka ini diperkirakan akan meningkat sampai hampir 4 kali di tahun 2050. Hal tersebut berkaitan dengan lebih tingginya harapan hidup pada masyarakat di negara maju, sehingga populasi penduduk lanjut usia juga bertambah.
Kalau anda masih merasa muda, tapi sering banget lupa sampai teman-teman anda bilang anda si Pelupa atau si Pikun. Baca tulisan ini lebih lanjut, pasti berguna untuk menambah informasi.
PENYEBAB
Otak merupakan organ yang sangat kompleks. Di otak terdapat area-area yang mengurus fungsi tertentu, misalnya bagian depan berkaitan dengan fungsi luhur seperti daya ingat, proses berpikir dsb, otak bagian belakang berkaitan dengan fungsi penglihatan dan sebagainya.

Dari hasil riset yang dilakukan, diketahui bahwa pada Penyakit Alzheimer terjadi kehilangan sel saraf di otak di area yang berkaitan dengan fungsi daya ingat, kemampuan berpikir serta kemampuan mental lainnya. Keadaan ini diperburuk dengan penurunan zat neurotransmiter, yang berfungsi untuk menyampaikan sinyal antara satu sel otak ke sel otak yang lain. Kondisi abnormal tersebut menjadi penyebab mengapa pada penyakit Alzheimer fungsi otak untuk berpikir dan mengingat mengalami kemacetan.
GEJALA
Setiap orang pasti pernah lupa akan suatu hal. Keadaan tersebut normal, bila kita lupa yang hal-hal yang jarang kita lihat. Namun, apabila kita lupa akan nama benda atau orang yang berada di sekitar kita, hal tersebut bukan hal yang normal.

Berikut ini ada beberapa gejala penyakit Alzheimer yang perlu diwaspadai. Namun bila seseorang mengalami gejala tersebut bukan berarti ia pasti menderita Alzheimer. Untuk menentukan dengan pasti, perlu pemeriksaan oleh dokter secara khusus, misalnya dengan beberapa tes wawancara maupun tertulis.

Gejala Penyakit Alzheimer yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut:
  1. Mengajukan pertanyaan yang sama pada satu saat berulang-ulang atau mengulangi cerita yang sama, dengan kata-kata yang sama terus-menerus.
  2. Gangguan memori yang yang mempengaruhi keterampilan pekerjaan, seperti; lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, lupa nomor telepon atau kardus obat yang biasa dimakan, lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau cara-cara mengaduk air.
  3. Gangguan berbahasa. Misalnya mengalami kesulitan untuk menemukan kata yang tepat. Bila gejala tersebut berlanjut maka kemampuan untuk berbicara dan menulis juga terganggu.
  4. Disorientasi. Misalnya lupa saat itu hari apa, bulan apa, saat itu ada di mana atau tidak tahu arah. Hal tersebut menjadi sebab mengapa pasien lansia sering tersesat karena lupa jalan pulang atau bahkan pergi dari rumah karena merasa ia berada di tempat yang asing.
  5. Gangguan berpikir secara abstrak. Misalnya kesulitan untuk menghitung uang.
  6. Gangguan kepribadian. Misalnya menjadi mudah tersinggung, mudah marah dan mudah curiga. Dokter seringkali mendengar keluarga mengeluh bahwa pasien menuduh ada yang mengambil barang miliknya atau bahkan menuduh pasangannya sudah tidak setia lagi kepadanya.
  7. Gangguan untuk membuat keputusan sehingga menjadi tergantung pada pasangannya.

PENCEGAHAN
Para ilmuwan berhasil mendeteksi beberapa faktor resiko penyebab Alzheimer, yaitu : usia lebih dari 65 tahun, faktor keturunan, lingkungan yang terkontaminasi dengan logam berat, rokok, pestisida, gelombang elektromagnetic, riwayat trauma kepala yang berat dan penggunaan terapi sulih hormon pada wanita.

Dengan mengetahui faktor resiko di atas dan hasil penelitian yang lain, dianjurkan beberapa cara untuk mencegah penyakit Alzheimer, di antaranya yaitu :
  1. Bergaya hidup sehat, misalnya dengan rutin berolahraga, tidak merokok maupun mengkonsumsi alkohol.
  2. Mengkonsumsi sayur dan buah segar. Hal ini penting karena sayur dan buah segar mengandung antioksidan yang berfungsi untuk mengikat radikal bebas. Radikal bebas ini yang merusak sel-sel tubuh.
  3. Menjaga kebugaran mental (mental fitness). Istilah ini mungkin masih jarang terdengar. Cara menjaga kebugaran mental adalah dengan tetap aktif membaca dan memperkaya diri dengan berbagai pengetahuan. Bukankah kita tidak pernah terlalu tua untuk belajar ?

So, buat kamu yang sering mengalami gejala kelupaan dah mesti mawas diri nich. Karena, penyakit AlZheimer atau kepikunan ini ternyata ngga’ hanya menyerang orang usia lanjut lho, tapi juga bisa yang masih berusia muda belia (kayak kisah di komik dan drama yang mengambil tokoh muda :p ).
Nah, sedikit tips untuk yang sering kelupaan yaitu buatlah catatan kecil untuk membatu mengingat, misalnya jadwal/agenda harian, tugas rumah, yang harus dibawa pergi, nomor telp atau yang paling penting tuch Catatan Hutang dan pinjaman, hhehehee karna ini yang paling sering –sengaja ga’ sengaja buat dilupain – . Bisa juga dengan minta tolong ke orang-orang terdekat untuk mengingatkan kita tentang sesuatu yang penting yang takut kita lupakan. Oh ya, Membaca/menghapal Al-Qur’an, berpuasa dan bersiwak ternyata juga bisa membantu meningkatkan daya ingat lho... Subhahanallah ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar